Ada yang tahu buah delima merah? Bagi sebagian orang mungkin belum terlalu akrab dengan yang namanya buah delima merah. Maklum saja, karena buah delima merah kurang populer di Indonesia dan memang termasuk tergolong langka. Kalaupun ada, biasanya itu buah delima impor. Biasanya orang hanya menanam delima merah sebatas tanaman hias, terutama bagi masyarakat keturunan Cina yang percaya bahwa delima berbiji banyak merupakan simbol rezeki berlimpah. Padahal, buah yang sering disebut dengan pomegranate itu memiliki banyak sekali zat yang menyehatkan dan mampu mencegah berbagai penyakit.
Ditinjau dari segi nutrisi, buah delima memiliki kandungan vitamin C yang cukup besar. Dalam satu buah delima dapat menyumbangkan vitamin C sebanyak 8,9 miligram. Selain itu buah delima kaya antioksidan dan kalium sebanyak 205 miligram. Bahkan delima merah memiliki kemampuan antioksidan tiga kali lipat lebih kuat dibandingkan anggur merah dan teh hijau loh. Lemak sehat yang ada di dalamnya juga dapat membantu menjaga kesehatan jantung. Kalorinya yang rendah, yaitu sekitar 72 kalori dalam satu buah cocok dijadikan hidangan bagi yang sedang menjalani program hidup sehat.
Ternyata seluruh bagian delima merah bisa dimanfaatkan sebagai obat. Mulai dari kulit kayu, kulit akar, kulit buah, daun, biji, dan bunga. Apa saja memang manfaatnya? Misalnya, daging buah bisa dimanfaatkan untuk membius cacing gelang, cacing kremi, dan cacing pita dalam dalam usus sehingga dapat ikut keluar melalui feses saat buang air besar. Biji-bijinya dapat dipakai sebagai obat penurun demam, batuk dan keracunan. Sementara olahan delima merah berupa jus juga berkhasiat bagi kesehatan mulut, jika digunakan untuk berkumur dulu sebelum diminum. Tujuannya untuk membersihkan mulut dan gigi, serta mencegah infeksi sehingga bisa membantu menghilangkan bau mulut yang tak sedap.
Lalu bagaimana cara menyantapnya? Mungkin ada kebingungan cara memakannya karena buah delima ini memang tidak memiliki daging buah layaknya buah pada umumnya. Namun sebaliknya, buah delima memiliki biji yang melimpah dan justru itulah yang bisa dimakan. Tak perlu juga memilah bijinya, karena biji buah yang matang bisa langsung dimakan maupun dibuat jus. Yup, cara termudah untuk memakannya adalah dibuat jus. Apalagi bagi yang belum terbiasa memakannya, karena mungkin akan merasa aneh memakannya. Untuk membuat jus delima, langsung masukkan saja semua bijinya ke dalam blender. Tenang saja, biji delima memiliki tekstur yang lunak, sehingga lebih mudah dilembutkan saat dibuat jus maupun smoothie.
Selain itu, tekstur biji delima sebenarnya kurang lebih mirip dengan biji semangka yang kalau dimakan tidak sampai membahayakan organ pencernaan. Biji-bijian ini akan hancur dan lembut saat diproses dalam lembung maupun usus, sehingga tak perlu sampai khawatir tertinggal atau membuat proses buang air besar terganggu. Eits, tapi kalaupun mau memakan buah delima secara langsung, jangan lupa untuk tetap mengunyahnya sebelum menelan ya.
Selain itu bisa juga menaburkan biji delima di atas berbagai makanan biasa. Misalnya, menaburkan biji delima dalam bubur gandum atau sereal pagi kita. Masukkan dan aduk biji delima ke dalam jus jeruk atau jus apel, menambahkan ke dalam berbagai jenis salad, bahkan bisa menaburkankannya ke yogurt atau es krim. Bagaimana, mudah bukan untuk menikmati buah delima?



No comments:
Post a Comment